WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah sebuah kapal kontainer dilaporkan terbakar hebat usai dihantam serangan drone di perairan strategis Selat Hormuz.
“Sebuah pesawat tak berawak menyerang kapal yang terkait dengan rezim Zionis di Selat Hormuz; kapal tersebut terbakar,” ungkap pasukan angkatan laut Garda Revolusi Iran pada Sabtu (4/4/2026).
Baca Juga:
Macron Berseberangan dengan Trump, Kapal Prancis Lolos di Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Iran menyebut kapal yang menjadi sasaran serangan tersebut adalah MSC Ishyka yang diduga memiliki keterkaitan dengan Israel.
Hingga kini belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Israel terkait insiden serangan drone yang menyebabkan kapal tersebut terbakar.
Berdasarkan data dari sejumlah situs pemantau lalu lintas kapal, MSC Ishyka merupakan kapal kontainer dengan panjang sekitar 208 meter yang berlayar di bawah bendera Liberia.
Baca Juga:
Bantah Pernyataan Trump, IRGC Pastikan Berhasil Rontokkan 2 Jet Tempur AS
Pada saat kejadian, kapal tersebut terpantau berada di kawasan Teluk Persia yang berdekatan dengan jalur strategis Selat Hormuz.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Jumat (28/2/2026) yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.