Meski demikian, Witkoff mengakui bahwa memaksa Iran hingga ke titik menyerah bukanlah perkara sederhana bagi Washington.
Di sisi lain, ia juga mengungkapkan telah bertemu dengan Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang kini hidup di pengasingan di Amerika Serikat.
Baca Juga:
AS dan Iran Kembali Berunding di Oman Usai Bom Nuklir dan Perang
“Saya bertemu dengannya atas arahan presiden,” ungkap Witkoff.
Pertemuan tersebut, lanjutnya, berkaitan erat dengan arah kebijakan yang akan diambil Trump terhadap Iran.
“Saya pikir dia kuat untuk negaranya, peduli pada negaranya. Tapi ini akan berkaitan dengan kebijakan Presiden Trump,” tuturnya.
Baca Juga:
F-35 AS Hancurkan Drone Iran, Ketegangan di Laut Arab Memuncak
Pahlavi sendiri sebelumnya menyatakan kesiapannya memimpin Iran menuju sistem demokrasi sekuler dalam sebuah forum di Munich pekan lalu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut draf proposal kesepakatan dengan Washington akan rampung dalam beberapa hari ke depan, menandakan pintu diplomasi belum sepenuhnya tertutup.
Sebelumnya, Trump memberi batas waktu paling lama 15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan terkait sejumlah aspek program nuklirnya.