WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan di Selat Hormuz berdampak langsung pada pelayaran energi Indonesia, dengan dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan dan belum bisa melintas keluar jalur vital tersebut.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa kondisi Selat Hormuz saat ini belum sepenuhnya normal sehingga setiap kapal wajib mengikuti prosedur keamanan yang ketat.
Baca Juga:
Negosiasi Damai Iran-AS Gagal, Ini Alasannya
“Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa,” kata Boroujerdi.
Ia menegaskan bahwa situasi di jalur pelayaran strategis tersebut masih berada dalam fase sensitif akibat konflik yang berlangsung.
“Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan,” lanjutnya di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga:
Usai Tantang Iran, Jenderal Uganda Ancam Turki Minta Istri Cantik & Uang Rp17 triliun
Menurut Boroujerdi, setiap kapal yang ingin melintas wajib melalui proses koordinasi serta negosiasi dengan otoritas keamanan Iran.
Langkah ini diterapkan untuk memastikan keselamatan pelayaran di tengah kondisi yang belum stabil.
“Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran,” imbuhnya.