Ia menekankan bahwa Iran pada prinsipnya tidak menutup akses pelayaran internasional, namun seluruh pihak harus mematuhi aturan yang berlaku.
“Semua harus melalui protokol yang ditetapkan,” pungkasnya.
Baca Juga:
Dua Terpidana Kasus Demonstrasi Antipemerintah Dieksekusi Mati di Iran
Sementara itu, dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang berada di kawasan Teluk Arab masih terus diupayakan agar dapat melintasi Selat Hormuz.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri.
“Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz,” ujar Vega dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga:
Iran Kembali Serang Sekutu AS, Israel Beri Peringatan
Ia menambahkan bahwa komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait masih terus berlangsung hingga saat ini.
PIS bersama Kementerian Luar Negeri juga terus memantau perkembangan situasi secara harian serta menyiapkan langkah teknis yang diperlukan.
“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya,” tegas Vega.