Jika dikonfirmasi sebagai bagian dari latihan, kebijakan ini dinilai mencerminkan pergeseran signifikan dalam strategi China dalam menggunakan kontrol ruang udara sebagai sinyal kekuatan militer.
Berdasarkan data Federal Aviation Administration, cakupan zona larangan terbang tersebut bahkan melampaui luas pulau utama Taiwan.
Baca Juga:
Pilot Pesawat yang Tabrak Menara CITIC Diduga Bertindak karena Alasan Pribadi
Area yang dicadangkan meliputi ruang udara di utara dan selatan Shanghai, membentang dari Laut Kuning yang berbatasan dengan Korea Selatan hingga Laut China Timur yang menghadap Jepang.
Pengamat militer menilai wilayah tersebut sangat strategis untuk berbagai simulasi pertempuran udara dalam skenario konflik kawasan.
“Ruang udara tersebut dapat memberikan kesempatan untuk melatih jenis manuver pertempuran udara yang akan diperlukan dalam skenario seperti konflik,” kata Christopher Sharman.
Baca Juga:
Imigrasi Meulaboh Deportasi Empat Warga Negara China Akibat Pelanggaran Izin Tinggal di Aceh
Penetapan zona ini juga terjadi di tengah meredanya sementara aktivitas penerbangan militer China di sekitar Taiwan yang sebelumnya berlangsung hampir setiap hari.
Seorang pejabat keamanan senior Taiwan menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi China memanfaatkan fokus Amerika Serikat yang tengah tersedot ke konflik Timur Tengah.
Ia juga menyebut kebijakan ini memiliki pesan strategis yang ditujukan kepada Jepang sebagai sekutu utama Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.