Ketegangan kawasan semakin meningkat seiring langkah Jepang yang baru-baru ini mengerahkan rudal jarak jauh yang mampu menjangkau wilayah daratan China.
Sementara itu, delegasi Kongres Amerika Serikat melakukan kunjungan ke Taiwan untuk mendorong persetujuan anggaran militer besar terkait pembelian senjata.
Baca Juga:
China Blak-blakan Tuding AS dan Israel Biang Kerok Blokade Selat Hormuz
Di sisi lain, pola penerbitan Notam serupa sebenarnya bukan hal baru, meski durasinya kali ini jauh lebih panjang dari biasanya.
“Jendela waktu yang lebih lama kemungkinan berarti militer China sedang memberikan fleksibilitas penjadwalan bagi dirinya sendiri untuk pelatihan musim semi,” ujar Ben Lewis.
Ia mencatat bahwa dalam 18 bulan terakhir, China telah menerbitkan Notam serupa setidaknya empat kali, namun umumnya hanya berlangsung sekitar tiga hari.
Baca Juga:
Jepang Kerahkan Rudal Jarak Jauh Dekat China, Siaga Perang Baru Asia!
Meski demikian, Lewis menilai kecil kemungkinan akan terjadi eskalasi besar dalam waktu dekat karena adanya agenda diplomatik penting yang tengah disiapkan.
Agenda tersebut mencakup rencana kunjungan tokoh oposisi Taiwan serta pertemuan tingkat tinggi antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pertengahan Mei.
“Mengingat kunjungan Cheng Li-wun minggu ini dan Presiden Trump bulan depan, untuk saat ini saya tidak mengantisipasi adanya latihan besar atau lonjakan ketegangan,” tutur Lewis.