Erdogan juga menggarisbawahi bahwa
dengan berfokus pada industri pertahanan, Turki bertujuan untuk mengatasi
kesulitan yang ditimbulkan oleh pemasok global, serta embargo secara
terselubung dan terbuka.
"Sebagai negara yang ditinggalkan
pada saat-saat paling kritis dalam perang melawan terorisme dan tidak dapat
membeli produk apa pun yang dibutuhkannya saat perbatasannya terancam, kami
terpaksa mengambil langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan kami sendiri dengan
cepat," tutur dia.
Baca Juga:
Daftar Terbaru Militer Terbesar Dunia 2026, Indonesia Termasuk
Dia mengatakan, negaranya
menggunakan proyek dan produk buatannya untuk mengamankan perbatasannya dan
menciptakan zona keamanan di wilayahnya dengan operasi lintas batas.
"Jika Anda menginginkan
perdamaian, bersiaplah untuk berperang," kata Erdogan, mengutip idiom filosofi industri pertahanan Turki.
"Kami tidak pernah, dan tidak
akan pernah, menjadi salah satu dari mereka yang menghujani orang-orang yang
berjarak puluhan ribu kilometer dari perbatasan mereka, dengan kedok memerangi
terorisme," tandasnya. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.