Ia menyebutkan bahwa salah satu pabrik yang selama ini menyuplai sekitar 60 persen kebutuhan filter dialisis nasional kini hanya memiliki cadangan bahan baku yang cukup untuk mempertahankan produksi dalam tiga bulan ke depan.
“Dengan situasi tersebut, lembaga kemanusiaan menekankan perlunya perhatian dan dukungan internasional. Guna mencegah krisis kesehatan yang lebih luas di kawasan terdampak konflik,” kata Cardoza menambahkan.
Baca Juga:
Fasilitas Medis Mulai Pulih, RSUD Langsa Aktifkan Lagi Sejumlah Ruangan Prioritas
Di sisi lain, kondisi kemanusiaan di Gaza juga masih berada dalam fase yang sangat memprihatinkan.
Kerusakan masif pada infrastruktur kesehatan, ditambah ancaman dari amunisi yang belum meledak, menjadi hambatan besar dalam proses pemulihan pascakonflik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 1.800 fasilitas kesehatan di Gaza mengalami kerusakan, mulai dari tingkat ringan hingga kehancuran total.
Baca Juga:
Kemenkes: 31 RS dan 156 Puskesmas di Sumatra Terdampak Banjir Bandang, Pelayanan Tetap Diupayakan
Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh rumah sakit besar seperti Al Shifa, tetapi juga meluas hingga klinik kecil, apotek, serta laboratorium medis yang menjadi tulang punggung layanan kesehatan masyarakat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.