Keduanya menegaskan pentingnya komunikasi militer tetap terbuka sembari mengulang kepentingan strategis masing-masing.
Dalam percakapan itu, Dong memperingatkan bahwa “upaya penahanan atau pencegahan terhadap China tidak akan berhasil.”
Baca Juga:
China Waspadai Kura-kura dan Ikan Jadi Mata-mata Asing untuk Petakan Laut
Ia juga menolak keterlibatan AS di Taiwan serta Laut China Selatan.
Hegseth menegaskan AS tidak mencari konflik dengan Beijing.
Namun ia tetap menekankan bahwa negaranya memiliki kepentingan strategis di Asia-Pasifik.
Baca Juga:
"Duet Maut" Pengguncang Dunia, Kim Jong Un-Xi Jinping Makin Lengket
Hal itu ditegaskan pula oleh Ying-Yu Lin, profesor dari Universitas Tamkang Taiwan.
Menurutnya, bila ada dialog bilateral dengan Beijing, Washington tidak harus melakukannya di tanah China.
Pada September 2025 ini, kapal induk terbaru China, Fujian, melintas di Selat Taiwan menuju Laut China Selatan.