WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintahan Guinea Ekuatorial menghadapi guncangan politik setelah seluruh anggota kabinet mengundurkan diri secara bersamaan menyusul rendahnya capaian program pemerintah. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah dinilai gagal memenuhi sebagian besar target yang telah ditetapkan.
Wakil Presiden Guinea Ekuatorial, Teodoro Nguema Obiang Mangue, mengumumkan pada Selasa (16/6/2026) bahwa Perdana Menteri Manuel Osa Nsue Nsuga telah menyerahkan pengunduran diri kabinet secara kolektif kepada pemerintah.
Baca Juga:
Elza Syarief Bongkar Borok Sony Sonjaya, Status JC Disebut Makin Sulit Didapat
Menurut Obiang, kabinet gagal memenuhi sebagian besar sasaran yang telah ditetapkan pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa tingkat pencapaian hanya mencapai sekitar 10% dari target yang direncanakan.
Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana target-target tersebut diukur atau indikator apa yang digunakan untuk menilai keberhasilan pemerintah.
"Tingkat pelaksanaan yang dicapai jelas tidak memadai dibandingkan dengan harapan dan komitmen yang telah diambil," kata Obiang dalam sebuah pernyataan yang diunggah melalui platform X.
Baca Juga:
Drama Baru Kasus MBG, Elza Syarief Cabut dari Barisan Pembela Sony Sonjaya
Obiang bukan hanya menjabat sebagai wakil presiden, tetapi juga merupakan putra dari Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo yang telah lama memimpin negara tersebut.
Partai Demokrat Guinea Ekuatorial (PDGE), partai yang berkuasa, menyatakan bahwa Presiden Obiang tidak puas terhadap kinerja pemerintah.
Menurut partai tersebut, sejumlah persoalan menjadi alasan utama ketidakpuasan presiden, termasuk praktik korupsi, keterlambatan pelaksanaan berbagai proyek pembangunan, serta kegagalan pemerintah dalam melakukan diversifikasi ekonomi.