Pemerintah baru diperkirakan akan dibentuk dalam beberapa hari mendatang untuk menggantikan kabinet yang mengundurkan diri.
Meski seluruh kabinet telah mundur, langkah tersebut diperkirakan tidak akan mengubah peta kekuasaan di negara Afrika Tengah yang kaya minyak tersebut.
Baca Juga:
Elza Syarief Bongkar Borok Sony Sonjaya, Status JC Disebut Makin Sulit Didapat
Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo masih menjadi figur dominan dalam sistem politik Guinea Ekuatorial. Ia telah memegang kekuasaan sejak 1979 dan dikenal sebagai presiden dengan masa jabatan terlama di Afrika.
Dalam sistem pemerintahan Guinea Ekuatorial, presiden memiliki kewenangan besar, termasuk menunjuk anggota kabinet dan membentuk pemerintahan.
Karena itu, pengunduran diri kabinet lebih dipandang sebagai langkah reorganisasi pemerintahan daripada perubahan politik yang dapat menggeser keseimbangan kekuasaan di negara tersebut.
Baca Juga:
Drama Baru Kasus MBG, Elza Syarief Cabut dari Barisan Pembela Sony Sonjaya
Guinea Ekuatorial selama bertahun-tahun juga menjadi sorotan berbagai organisasi hak asasi manusia internasional.
Kelompok-kelompok HAM serta Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebelumnya menuduh otoritas negara itu melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia terhadap pihak-pihak yang menyuarakan kritik terhadap pemerintah.
Menurut tuduhan tersebut, aparat negara dituduh melakukan penahanan, penyiksaan, bahkan pembunuhan terhadap individu yang berani menyampaikan kritik terhadap penguasa.