Saksi mata menggambarkan keadaan di dalam Rumah Sakit Al-Shifa sebagai sangat mengerikan, di mana prosedur medis harus dilakukan tanpa penggunaan obat bius.
Pasien dan pengungsi di dalam rumah sakit hanya mendapatkan sedikit makanan dan air, sementara bau busuk dari jenazah yang tergeletak di halaman rumah sakit menyelimuti udara.
Baca Juga:
Israel Menolak Serahkan Masjid Ibrahimi, Tutup Semua Akses untuk Idulfitri
Sebelumnya, Al Jazeera melaporkan bahwa seorang dokter bedah di RS Al-Shifa, Dr. Ahmed El Mokhallalati, mengonfirmasi keberadaan pasukan Israel di dalam kompleks rumah sakit.
Dia menyatakan bahwa suara tembakan dan ledakan terdengar di berbagai tempat.
"Kami melihat tank dan buldoser di halaman pusat (rumah sakit)," ungkapnya.
Baca Juga:
Serangan Udara Israel di Gaza Makin Brutal, Korban Sipil dan Jurnalis Berjatuhan
Seorang saksi mata lainnya, Khader Al-Zaanoun, yang dilaporkan oleh BBC, menyatakan bahwa tentara Israel menggunakan bom asap dalam serangan terhadap rumah sakit tersebut. Al-Zaanoun juga mencatat adanya tank di dalam kompleks rumah sakit.
"Saya menyaksikan keberadaan enam tank di dalam rumah sakit, dan lebih dari 100 tentara komando. Mereka memasuki unit gawat darurat utama, beberapa di antaranya mengenakan masker, dan berteriak dalam bahasa Arab, 'jangan bergerak, jangan bergerak'," ungkapnya.
BBC belum dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.