Laporan tersebut juga mencatat 12 anak-anak turut menjadi korban tewas, sementara lebih dari 18.100 orang dilaporkan ditahan oleh aparat keamanan.
Hingga kini, proses verifikasi independen atas angka-angka tersebut masih sulit dilakukan akibat ketatnya pembatasan komunikasi dan minimnya akses informasi dari dalam negeri.
Baca Juga:
Trump Tuding Iran Kembangkan Rudal yang Bisa Jangkau Daratan AS
Sejumlah saksi mata di Teheran menggambarkan situasi kota yang berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan.
Mereka melaporkan terjadinya kerusakan pada sejumlah gedung pemerintah, bank, serta mesin ATM.
Aktivitas masyarakat di berbagai wilayah kota juga dilaporkan menurun drastis akibat situasi yang mencekam.
Baca Juga:
Dua Kapal Induk AS Kepung Timur Tengah, Trump Heran Iran Tak Menyerah
Selain itu, akses internet dan layanan pesan singkat masih dibatasi secara luas.
Aparat keamanan dilaporkan aktif memburu perangkat internet satelit Starlink, yang menyediakan layanan gratis di Iran.
Kehadiran layanan tersebut dinilai menambah dimensi baru dalam upaya warga Iran untuk tetap terhubung dengan dunia luar di tengah krisis yang terus berlangsung.