“Begitu datang disuruh pulang karena Amerika tidak suka,” ucapnya.
Ia menilai rangkaian peristiwa itu membuat posisi Indonesia dipertanyakan dalam menjalankan hubungan luar negeri dengan Iran.
Baca Juga:
Danau Toba Dikaji Jadi KEK, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Ciptakan Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera Utara
Dian juga mengkritik arah sikap Indonesia dalam konflik Timur Tengah yang dinilainya terlalu condong pada salah satu pihak, termasuk melalui keterlibatan dalam Board of Peace atau BOP.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Iran merasa Indonesia tidak lagi sepenuhnya menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Dian berpandangan bahwa momentum damai Amerika Serikat dan Iran seharusnya dapat dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat kepentingan nasional, terutama dalam pengamanan pasokan energi.
Baca Juga:
Demi Percepatan 100 Giga Watt PLTS dan Keamanan Konsumen Listrik, ALPERKLINAS Dorong Pemerintah Bangun Lampu Jalan Seluruh Daerah dengan Tenaga Surya
Namun, ia menilai Indonesia perlu lebih dulu menunjukkan iktikad baik kepada Iran agar hubungan bilateral bisa kembali dibangun secara sehat.
Salah satu langkah konkret yang disarankan Dian adalah pertukaran pembebasan kapal tanker antara kedua negara sebagai bentuk tindakan resiprokal.
“Karena itu akan membantu kita membebaskan dua kapal tanker kita yang ditahan,” ucap Dian.