Momentum damai Amerika Serikat dan Iran disebut membuka ruang baru bagi stabilitas kawasan, termasuk bagi jalur distribusi energi yang selama ini terganggu di sekitar Selat Hormuz.
Negosiasi putaran pertama antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss pada Senin (22/06/2026) telah selesai dengan menghasilkan sejumlah kesepahaman awal.
Baca Juga:
Luhut Bongkar Evaluasi MBG, Sebut Program Terlalu Buru-buru Dijalankan
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyebut pembicaraan tersebut membangun fondasi yang sukses untuk mencapai kesepakatan akhir guna mengakhiri perang.
Pertemuan itu berlangsung di kawasan pegunungan Burgenstock, Swiss, setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding untuk mengakhiri konflik.
Pembicaraan tersebut melibatkan delegasi Amerika Serikat yang dipimpin JD Vance dan delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Baca Juga:
Babak Baru Kasus Edison, KPK Temukan Dugaan Permainan Opini BPK Muara Enim
Proses diplomasi tersebut turut dimediasi Pakistan dan Qatar sebagai pihak yang membantu membuka ruang komunikasi antara kedua negara.
Kerangka kesepahaman itu memberikan waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk menyusun perjanjian akhir.
Masa penyusunan perjanjian akhir tersebut masih dapat diperpanjang apabila disetujui bersama oleh kedua pihak.