Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh komponen pengeluaran konsumen.
Tidak hanya energi, harga pangan juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Baca Juga:
BPK Tak Monopoli Kerugian Negara, Kejagung Pastikan BPKP Tetap Berwenang
Inflasi makanan tercatat sebesar 3,2 persen secara tahunan pada April 2026.
Harga kebutuhan pokok di tingkat ritel mencatat laju kenaikan tercepat sejak 2023.
Inflasi inti atau core CPI, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, naik menjadi 2,8 persen pada April dari 2,6 persen pada Maret.
Baca Juga:
KNKT Bongkar Kendala Investigasi Tragedi Kereta Bekasi Timur: Data Digital Sulit Dibuka
"Konsumen tidak hanya menghadapi kejutan besar di SPBU, tapi juga tagihan listrik mereka, karena harga listrik naik tajam bulan lalu," kata ekonom utama Amerika Serikat di Oxford Economics, Bernard Yaros, seperti dikutip AFP.
Bernard Yaros menilai tingginya harga bahan bakar menunjukkan tekanan inflasi masih berpotensi berlanjut pada bulan berikutnya.
"Donald Trump berjanji untuk menurunkan biaya 'pada hari pertama'. Sebaliknya, dia terus membesarkan mereka (inflasi). Pertama, tarifnya yang kacau mendorong harga menjadi lebih tinggi. Sekarang, perangnya dengan Iran semakin mendorong mereka," tegas Senator Demokrat Elizabeth Warren.