Kenaikan inflasi ini menjadi tantangan serius bagi Presiden Donald Trump yang sebelumnya berjanji menurunkan biaya hidup masyarakat Amerika.
Tekanan inflasi juga diperkirakan menjadi isu utama bagi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu pada November 2026.
Baca Juga:
BPK Tak Monopoli Kerugian Negara, Kejagung Pastikan BPKP Tetap Berwenang
Di sisi lain, lonjakan harga tersebut dapat mempersulit langkah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
"Mengingat inflasi bergerak ke arah yang salah dan pasar tenaga kerja bertahan, sangat kecil kemungkinannya The Fed akan mampu menurunkan suku bunga dalam waktu dekat," kata analis Northlight Asset Management, Chris Zaccarelli.
Menurut Zaccarelli, kombinasi inflasi tinggi dan pasar tenaga kerja yang masih kuat membuat peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil.
Baca Juga:
KNKT Bongkar Kendala Investigasi Tragedi Kereta Bekasi Timur: Data Digital Sulit Dibuka
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.