Ditegaskan Kementerian Pertahanan Inggris, upaya ini diarahkan untuk menciptakan jalur aman bagi pelayaran internasional.
“Untuk membangun koalisi ini dan mengembangkan momentum sehingga segera setelah kondisinya tepat, kita dapat membuka jalur aman melalui Selat Hormuz dan memberikan jaminan kepada kapal dagang.”
Baca Juga:
DJP Ingatkan Marketplace, Seller di Bawah Rp 500 Juta Setahun Tak Boleh Dipajaki
Pembukaan kembali Selat Hormuz dinilai krusial untuk menormalkan distribusi minyak dunia dan menekan lonjakan harga energi global.
Jika jalur tersebut kembali aman, pasokan minyak dari Timur Tengah diperkirakan akan kembali stabil ke pasar internasional.
Di sisi lain, Iran disebut telah mengizinkan kapal minyak melintas, namun tetap memberlakukan pembatasan ketat terhadap negara tertentu.
Baca Juga:
Ketua BEM FH UBK Minta Maaf Usai Akui Terima Uang Rp 20 Juta Sebelum Demo
Iran masih menutup akses bagi kapal yang berasal dari Amerika Serikat dan Israel karena dianggap sebagai pihak yang memicu konflik.
Selain itu, kapal yang ingin melintas diwajibkan mendapatkan izin dari militer Iran sebagai bagian dari pengamanan wilayah.
Meski demikian, banyak kapal dagang masih enggan melintas karena situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.