Ditegaskan Kementerian Pertahanan Inggris, upaya ini diarahkan untuk menciptakan jalur aman bagi pelayaran internasional.
“Untuk membangun koalisi ini dan mengembangkan momentum sehingga segera setelah kondisinya tepat, kita dapat membuka jalur aman melalui Selat Hormuz dan memberikan jaminan kepada kapal dagang.”
Baca Juga:
Tebang 10 Pohon Demi Videotron, Lapangan Padel Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 Pohon
Pembukaan kembali Selat Hormuz dinilai krusial untuk menormalkan distribusi minyak dunia dan menekan lonjakan harga energi global.
Jika jalur tersebut kembali aman, pasokan minyak dari Timur Tengah diperkirakan akan kembali stabil ke pasar internasional.
Di sisi lain, Iran disebut telah mengizinkan kapal minyak melintas, namun tetap memberlakukan pembatasan ketat terhadap negara tertentu.
Baca Juga:
Kematian Mantan Istri Bripda IH Dinilai Janggal, Komisi III DPR Panggil Polda Sumut dan Keluarga Korban
Iran masih menutup akses bagi kapal yang berasal dari Amerika Serikat dan Israel karena dianggap sebagai pihak yang memicu konflik.
Selain itu, kapal yang ingin melintas diwajibkan mendapatkan izin dari militer Iran sebagai bagian dari pengamanan wilayah.
Meski demikian, banyak kapal dagang masih enggan melintas karena situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.