Selain kebijakan pembatasan, sebagian gangguan jaringan juga dipicu oleh kerusakan infrastruktur akibat serangan militer yang merusak kabel serat optik.
Pemadaman ini bukan yang pertama terjadi pada tahun 2026, karena sebelumnya Iran juga mengalami gangguan internet dalam durasi panjang pada Januari.
Baca Juga:
Iran Jatuhkan Dua Jet Tempur AS dalam Sehari, Termasuk A-10 Warthog
Pada Rabu (8/1/2026), pemerintah Iran sempat mematikan total akses internet di tengah meningkatnya gelombang protes anti-pemerintah yang dipicu krisis ekonomi dan nilai mata uang.
Pemutusan tersebut berlangsung hampir tiga minggu hingga akhirnya pembatasan mulai dilonggarkan pada Selasa (28/1/2026).
Amnesty International menilai kebijakan pemadaman internet nasional ini bertujuan menutupi skala pelanggaran hak asasi manusia serta menekan penyebaran informasi terkait aksi protes.
Baca Juga:
Militer Iran Tegaskan Misi Penyelamatan F-15 AS Berakhir Gagal Total
Langkah tersebut terjadi bersamaan dengan gelombang demonstrasi luas yang direspons dengan tindakan represif oleh aparat pemerintah.
Menurut Royal Institute of International Affairs, Iran telah berulang kali menggunakan pemadaman digital sebagai alat untuk mengendalikan situasi domestik, termasuk pada 2019 dan 2022.
Namun, pemadaman pada 2026 dinilai jauh lebih ekstrem dan canggih dibandingkan sebelumnya karena juga menyasar intranet domestik.