WAHANANEWS.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini balik menuntut Iran membayar kompensasi atas korban dan kerusakan akibat konflik selama puluhan tahun, setelah Teheran lebih dulu meminta ganti rugi kepada Washington dalam rangkaian negosiasi perdamaian.
Trump mengatakan tuntutan tersebut akan menjadi bagian dari setiap pembahasan perdamaian dengan Iran, termasuk kompensasi atas serangan yang menurutnya didukung atau dilakukan Teheran selama beberapa dekade.
Baca Juga:
Trump Murka! Netanyahu Bongkar Isu Nuklir Iran ke Publik, Hubungan AS-Israel Memanas
"Iran meminta kompensasi atas kerusakan yang mereka alami selama konflik militer lima bulan terakhir... Saya juga menuntut kompensasi dari Iran, untuk semua orang yang telah mereka bunuh dan lukai parah dengan bom pinggir jalan dan banyak konflik lainnya," tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya, Selasa (11/8/2026).
Dalam unggahannya, Trump merujuk pada pemboman USS Cole pada 2000 dan mengatakan tuntutan kompensasi juga mencakup korban demonstrasi yang disebutnya tewas akibat tindakan pemerintah Iran selama lima dekade terakhir.
"Saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk memasukkan ini dengan tegas ke dalam setiap, dan semua, negosiasi di masa mendatang," katanya.
Baca Juga:
AS Perketat Aturan Visa, Mahasiswa Asing Kini Maksimal Tinggal Empat Tahun
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump pada pekan sebelumnya kembali mengancam akan menyerang Iran "dengan sangat keras", yang disebut berpotensi mencakup serangan terhadap infrastruktur sipil, sebelum kemudian menarik kembali ancamannya dan mengisyaratkan bahwa kesepakatan perdamaian sudah semakin dekat.
Komentar terbaru Trump di Truth Social disampaikan sehari setelah dia mengatakan akan mengambil pendekatan yang "bersikap tenang" dalam menghadapi konflik dengan Iran dan siap membiarkan tekanan ekonomi terhadap Teheran meningkat sebagai alternatif dari serangan militer lanjutan.
Media digital Axios melaporkan Trump tidak menunjukkan kekecewaan atas tertundanya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran dalam wawancara yang diterbitkan pada Minggu (9/8/2026).
Di sisi lain, Teheran menuntut Amerika Serikat terlebih dahulu mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mencabut sanksi yang diberlakukan terhadap industri minyak negaranya.
Iran juga menuntut kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama serangan Amerika Serikat terhadap negara tersebut.
Kebuntuan dalam negosiasi membuat situasi semakin berdampak terhadap perekonomian global karena blokade Selat Hormuz oleh Iran disebut telah menyebabkan harga bahan bakar melonjak dan mengguncang pasar dunia.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]