WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada masyarakat Muslim di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, di tengah memanasnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, Senin (23/3/2026).
Ucapan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X miliknya, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia terhadap Iran dalam situasi perang yang masih berlangsung.
Baca Juga:
Harga Minyak Melejit, AS-Inggris Desak Iran Segera Buka Selat Hormuz
"Selamat Hari Raya Idulfitri. Terima kasih kepada pemerintah & masyarakat Muslim serta pecinta keadilan di Asia Tenggara [Indonesia, Malaysia, Brunei] yang mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran di bulan Ramadan serta menunjukkan solidaritas," kata Araghchi.
Dalam momentum Idulfitri ini, Iran masih berada dalam kondisi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel yang terus melancarkan serangan ke sejumlah wilayah strategis di negara tersebut.
Dilaporkan Al Jazeera, korban tewas akibat serangan tersebut telah melampaui 1.500 jiwa, sementara sedikitnya 20.984 orang mengalami luka-luka, dengan tujuh rumah sakit terpaksa dievakuasi dan 36 ambulans mengalami kerusakan.
Baca Juga:
Iran Balas Ultimatum Trump: Siap Bikin Negara Teluk Mati Lampu dan Kehausan
Sebagai respons atas serangan yang terus berlangsung, Iran mengancam akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz serta melancarkan serangan balasan yang menyasar infrastruktur energi dan air di kawasan regional apabila pembangkit listriknya diserang.
Di sisi lain, militer Israel dilaporkan berhasil mencegat sejumlah rudal yang diluncurkan Iran dalam beberapa hari terakhir, sebagai bagian dari eskalasi konflik yang semakin meningkat.
Serangan balasan juga dilakukan Israel dengan meledakkan Jembatan Qasimiyah di Lebanon Selatan, yang memperluas dampak konflik ke wilayah lain di Timur Tengah.
"Berjanji menghancurkan Iran," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, merespons serangan yang melukai lebih dari 180 orang di kota Arad dan Dimona.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]