Otoritas Iran juga mengaitkan kekerasan yang terjadi dengan apa yang mereka sebut sebagai “aksi teroris.”
Angka korban tewas yang lebih tinggi dilaporkan oleh Human Rights Activists News Agency (HRANA), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di Amerika Serikat, yang menyatakan telah mengonfirmasi 6.854 kematian, dengan mayoritas korban disebut sebagai demonstran yang dibunuh oleh pasukan keamanan Iran.
Baca Juga:
Ribuan Drone Baru Perkuat Militer Iran Saat Trump Kembali Mengancam
Sejumlah kelompok hak asasi manusia lainnya memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan jauh lebih tinggi dari angka yang telah dilaporkan.
Pemerintah Iran menyatakan unjuk rasa tersebut awalnya berlangsung secara damai, namun kemudian berubah menjadi “kerusuhan” yang melibatkan pembunuhan dan vandalisme, yang menurut mereka dipicu oleh campur tangan musuh bebuyutan Iran, yakni Amerika Serikat dan Israel.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.