WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan Iran dan Amerika Serikat sontak memanas setelah seorang jenderal senior Iran melontarkan ancaman terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden AS Donald Trump.
Ancaman keras tersebut disampaikan di tengah laporan pergerakan aset militer Amerika Serikat, termasuk penempatan ulang sedikitnya satu kapal induk ke kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:
AS dan Iran Kembali Berunding di Oman Usai Bom Nuklir dan Perang
Pejabat yang menyampaikan peringatan itu adalah Jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohsen Rezaei, figur militer berpengaruh yang juga menjabat anggota Dewan Kebijaksanaan Iran.
“Trump mengatakan tangannya sudah berada di pelatuk, kami akan memotong tangan dan jarinya,” tegas Mohsen Rezaei dalam pidato publiknya, Rabu (14/1/2025).
Rezaei menegaskan ancaman tersebut berkaitan langsung dengan potensi serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran yang dinilainya semakin nyata.
Baca Juga:
F-35 AS Hancurkan Drone Iran, Ketegangan di Laut Arab Memuncak
Ia menyatakan bahwa Teheran tidak akan membuka ruang kompromi apabila wilayahnya diserang oleh Washington.
“Jika kami bergerak maju, tidak akan ada lagi pembicaraan gencatan senjata,” ujar Mohsen Rezaei.
Ancaman itu diikuti peringatan lanjutan yang menyoroti kerentanan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.