Namun dalam sidang yang berlangsung dramatis pada 26 Juli lalu, kesepakatan itu runtuh karena muncul isu Hunter kebal dari dakwaan hukum lainnya.
Selain soal pajak, narkoba, dan kepemilikan senjata, Hunter juga dirundung skandal pidana terkait bisnisnya di Ukraina, China, dan negara-negara lainnya.
Baca Juga:
Pemerintah AS Bakal Memecah Google, Berikut Penyebabnya
Ia juga dituduh menjadi pelobi pemerintah asing tanpa mendaftarkan diri ke Kementerian kehakiman AS.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.