Swiss dikenal sebagai salah satu pusat pemurnian emas terbesar di dunia dengan lima kilang utama yang beroperasi di negara tersebut.
Penjualan emas menjadi salah satu cara Bank Sentral Venezuela menjaga stabilitas ekonomi dan menambah cadangan devisa.
Baca Juga:
Machado Klaim Serahkan Nobel Perdamaian ke Trump dalam Pertemuan Politik
Langkah itu ditempuh di tengah meningkatnya tekanan sanksi dari Amerika Serikat.
“Terjadi penjualan besar-besaran oleh Bank Sentral Venezuela dari 2012 hingga 2016. Sebagian besar emas ini kemungkinan telah sampai ke Swiss,” kata analis pasar StoneX Rhona O’Connell.
Tidak berhenti di Swiss, emas tersebut dinilai O’Connell.
Baca Juga:
Trump Mulai Nikmati Minyak Venezuela, Penjualan Perdana Tembus Rp 8,4 Triliun
“Setelah itu, emas bisa saja tetap berada di tangan lembaga keuangan, atau dijual kembali dalam bentuk batangan kecil ke Asia, atau ke berbagai belahan dunia lainnya,” ujarnya.
Benar-benar terhentinya ekspor emas Venezuela ke Swiss terjadi pada 2017.
Penghentian tersebut berlangsung seiring sanksi Uni Eropa terhadap sejumlah individu Venezuela.