Para ilmuwan menjelaskan bahwa setelah gempa berkekuatan 7,0 magnitudo atau lebih, terdapat kemungkinan sekitar satu persen terjadinya megaquake dalam kurun waktu tujuh hari.
Peringatan tersebut juga mendorong warga untuk menyiapkan tas darurat sebagai langkah antisipasi apabila harus mengungsi secara cepat.
Baca Juga:
Nekat Masuk Kandang Monyet Viral Punch, Dua Turis AS Kena Denda Rp33 Juta
Berdasarkan pedoman pencegahan bencana pemerintah Jepang yang diterbitkan pada Maret, megaquake di wilayah lepas pantai Hokkaido–Sanriku berpotensi memicu tsunami setinggi hingga 30 meter.
Dalam skenario terburuk, bencana tersebut diperkirakan dapat menewaskan sekitar 199.000 orang.
Gempa besar itu juga berpotensi menghancurkan hingga 220.000 rumah dan bangunan.
Baca Juga:
Krisis Listrik Mengintai Jepang, Bangun 14 Pembangkit Nuklir Baru
Selain kerusakan fisik, kerugian ekonomi akibat megaquake diperkirakan bisa mencapai 31 triliun yen atau sekitar Rp3.317 triliun.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.