“Dokter Marwan orang Gaza, bukan WNI,” kata Rima, Sekretaris MER-C.
Hal senada ditegaskan Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha. “Kami turut berduka atas wafatnya dr. Marwan Al Sultan.
Baca Juga:
Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 14 Orang
Almarhum bukan warga negara Indonesia,” ujarnya.
Namun meski bukan warga Indonesia, dedikasinya terhadap RS Indonesia begitu besar. Ia bekerja sama dengan tim kemanusiaan dari berbagai negara, seperti Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Spanyol, Kanada, dan Maroko.
Menurut MER-C Indonesia, Al Sultan adalah pemimpin yang tak kenal lelah.
Baca Juga:
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet AS, Washington Sontak Membantah
Di tengah keterbatasan sumber daya, ia tetap menyediakan layanan medis esensial bagi rakyat Palestina, bahkan ketika nyawanya sendiri terancam setiap saat.
Kini, kehilangan Al Sultan menjadi pukulan besar, bukan hanya bagi Gaza, tapi juga bagi dunia kemanusiaan. Seorang dokter, seorang pejuang, dan seorang martir.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]