WAHANANEWS.CO, Jakarta - Klaim mengejutkan Iran soal jatuhnya jet tempur Amerika langsung dibantah keras Washington, mempertegas eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Teluk, Jumat (3/4/2025).
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur Amerika Serikat di atas Pulau Qeshm, Selat Hormuz, menggunakan sistem pertahanan udara pada Kamis malam (2/4/2025).
Baca Juga:
Trump: Perang Iran Akan Segera Diakhir
Menurut laporan Fars News Agency, pesawat tempur tersebut disebut jatuh dan tenggelam ke dasar perairan Selat Hormuz meski tidak dijelaskan jenis maupun identitasnya secara rinci.
"Semua pesawat tempur AS telah terdata, IRGC telah membuat klaim palsu yang sama setidaknya setengah lusin kali," kata Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Militer Amerika dengan tegas membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar serta berulang kali dilontarkan oleh pihak Iran.
Baca Juga:
Ramai Negara NATO Tolak Bantu AS di Perang Iran
Ketegangan di kawasan meningkat tajam sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Jumat (28/2/2025) yang menyebabkan lebih dari 1.340 korban jiwa termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas melalui serangan drone dan rudal yang menyasar Israel, Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk yang menjadi basis militer Amerika, mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan.
Sejak konflik tersebut berlangsung, sebanyak 13 personel militer Amerika dilaporkan tewas dan sekitar 303 lainnya mengalami luka-luka.