Dari pihak Iran, pejabat Garda Revolusi memperingatkan bahwa setiap serangan baru AS akan dibalas dengan serangan terhadap pangkalan dan kapal perang AS di kawasan. Pemimpin tertinggi Iran juga menegaskan komitmen untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dari intervensi asing.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa penutupan jalur tersebut dalam waktu lama dapat menekan pertumbuhan global, meningkatkan inflasi, serta mendorong jutaan orang ke jurang kemiskinan. Ia menegaskan semakin lama gangguan berlangsung, semakin sulit dampaknya dipulihkan.
Baca Juga:
Pekan Ketiga Perang di Timteng, Harga Minyak Dunia Berpontensi Naik Lagi
AS sendiri tengah mendorong sekutu untuk membentuk koalisi guna membuka kembali Selat Hormuz. Namun negara-negara seperti Prancis dan Inggris menyatakan hanya akan terlibat setelah konflik benar-benar berakhir.
Di sisi lain, Iran masih menunjukkan ketahanan meski ekonominya tertekan akibat blokade AS yang menghambat ekspor energi. Analis menilai Teheran kemungkinan mampu bertahan dalam kebuntuan ini, sehingga prospek penyelesaian konflik dalam waktu dekat masih belum pasti.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.