• Jerman: Sebagai ekonomi terbesar di Eropa, Jerman menghadapi krisis tenaga kerja di sektor manufaktur, perhotelan, dan layanan kesehatan akibat rendahnya angka kelahiran dan tingginya populasi lansia.
• Inggris Raya: Pasca-Brexit, kebijakan imigrasi yang lebih ketat menyebabkan kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian, kesehatan, dan konstruksi. Selain itu, ketidaksesuaian keterampilan memperburuk situasi.
Baca Juga:
Instruksi Tegas Presiden Prabowo: Tak Ada PHK di Sritex Meski Dinyatakan Pailit!
• Prancis: Industri perhotelan dan manufaktur mengalami krisis tenaga kerja, diperburuk oleh ketegangan sosial seperti gerakan "rompi kuning".
• Spanyol: Meskipun tingkat pengangguran masih tinggi, banyak sektor tetap kekurangan pekerja akibat ketidaksesuaian keterampilan dan populasi yang menua.
• Italia: Sektor kesehatan, teknik, dan teknologi mengalami kelangkaan tenaga kerja, diperparah oleh tingginya migrasi tenaga kerja ke negara-negara Uni Eropa lainnya.
Baca Juga:
Bupati Sleman Resmikan 10 Kegiatan Padat Karya di Padukuhan Kaliduren 1
• Polandia: Ekonomi yang berkembang pesat membuat Polandia kekurangan tenaga kerja di sektor manufaktur dan konstruksi, sebagian besar akibat emigrasi tenaga kerja ke negara-negara lain di Uni Eropa.
• Belanda: Kekurangan tenaga kerja sangat terasa di sektor perawatan kesehatan dan pendidikan.
• Belgia: Sektor teknik dan teknologi informasi (TI) mengalami defisit pekerja yang signifikan, diperburuk oleh populasi yang semakin menua.