Dalam rapat tertutupnya bersama parlemen Knesset beberapa waktu lalu, Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan terus melancarkan agresi sampai Hamas kalah.
Dalam transkrip pernyataan Netanyahu yang bocor di beberapa media Hebrew, sang PM juga berupaya mencegah Otoritas Palestina menguasai Jalur Gaza kala agresi Israel berhenti.
Baca Juga:
Israel Menolak Serahkan Masjid Ibrahimi, Tutup Semua Akses untuk Idulfitri
Selama rapat, Netanyahu juga mengatakan bahwa Gaza akan berada di bawah kontrol militer Israel. Meski begitu, urusan administratif Gaza akan diurus oleh "otoritas sipil".
"Setelah perang, sebuah administrator sipil akan beroperasi di Gaza dan Jalur Gaza akan direhabilitasi di bawah kepemimpinan negara Teluk Arab. Kami tidak akan menyerah pada tekanan internasional," kata Netanyahu.
Sebelumnya Israel dan Hamas sempat sepakat gencatan senjata pada 24 November dan berakhir pada 30 November.
Baca Juga:
Serangan Udara Israel di Gaza Makin Brutal, Korban Sipil dan Jurnalis Berjatuhan
Gencaran senjata itu menghasilkan pembebasan sebagian sandera di Gaza dan tahanan Palestina dari penjara Israel. Namun setelah gencatan senjata berakhir, Pasukan Zionis tetap lanjut menggempur Gaza.
Hingga kini, korban tewas akibat serangan Israel mencapai lebih dari 18.000 jiwa di Palestina.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.