Selain itu, pasukan Garda Revolusi Iran dilaporkan memutar balik tiga kapal yang berupaya melintas.
Kebijakan tersebut diterapkan terhadap kapal yang memiliki keterkaitan dengan pelabuhan dari negara yang dianggap sebagai musuh Iran.
Baca Juga:
Dunia di Ujung Krisis, Separuh Minyak Dunia Dikuasai 5 Negara Ini
Sepanjang bulan ini, setidaknya 24 kapal komersial tercatat mengalami serangan atau insiden keamanan.
Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya merupakan kapal tanker yang beroperasi di kawasan Teluk, Selat Hormuz, serta Teluk Oman, berdasarkan laporan UKMTO.
Kesepakatan antara Thailand dan Iran dinilai sebagai langkah penting dalam menjamin keamanan navigasi kapal Thailand di jalur strategis tersebut.
Baca Juga:
Anwar Ibrahim Girang Akhirnya Kapal Tanker Malaysia Bisa Meluncur di Selat Hormuz
Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu menjaga kelancaran pasokan bahan bakar nasional serta menstabilkan kondisi energi di kawasan.
Keberhasilan negosiasi ini menjadi contoh nyata pentingnya diplomasi energi di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu, sekaligus menunjukkan upaya aktif Thailand dalam melindungi kepentingan nasionalnya di sektor energi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.