Di sisi lain, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menggambarkan insiden ini sebagai masalah yang sangat serius dan memperingatkan dampak fatal bagi umat manusia jika reaktor aktif terkena hantaman langsung.
Grossi menjelaskan bahwa kerusakan pada jalur pasokan listrik akibat serangan dapat meningkatkan risiko melelehnya inti reaktor nuklir yang membutuhkan evakuasi massal serta pembagian tablet iodin hingga radius ratusan kilometer.
Baca Juga:
Netanyahu Kirim Iron Dome & Tentara, Arab Mulai Berteman dengan Israel
"Dalam kasus serangan terhadap pembangkit listrik nuklir Barakah, hantaman langsung dapat menyebabkan pelepasan radioaktivitas yang sangat tinggi ke lingkungan," kata Rafael Grossi.
"Serangan terhadap fasilitas nuklir yang ditujukan untuk tujuan damai tidak dapat diterima," tambah Grossi.
Duta Besar Bahrain untuk PBB Jamal Fares Alrowaiei ikut mengecam keras serangan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB serta resolusi Dewan Keamanan.
Baca Juga:
Drone Serang Kilang Minyak Fujairah, UEA Tutup Bandara
Alrowaiei memperingatkan bahwa rangkaian serangan sejak Februari lalu kini telah berkembang menjadi kebijakan sistematis yang mulai menyasar pabrik kimia, fasilitas nuklir, rute maritim, hingga menyandera pasar energi global.
"Serangan-serangan ini sekarang meluas melampaui target militer ke pabrik kimia, fasilitas nuklir, rute maritim, dan infrastruktur sipil," tutur Jamal Fares Alrowaiei.
Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyatakan bahwa dunia harus bersyukur karena serangan pesawat tanpa awak tersebut tidak berakhir pada bencana nuklir yang mengerikan.