Di dalam negeri, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh para pengunjuk rasa telah dimanfaatkan oleh pihak asing untuk merusak stabilitas keamanan nasional. Hingga saat ini, kelompok hak asasi manusia melaporkan lebih dari 20 orang tewas dalam bentrokan dan ratusan lainnya ditahan saat aparat keamanan menggunakan gas air mata serta melakukan penangkapan massal.
"Kita harus mengenali taktik musuh. Mereka melihat ini sebagai sebuah kesempatan dan berusaha mengeksploitasinya. Tentu saja, pejabat kita sedang bekerja dan bersiap, dan mereka akan terus bersiap. Para perusuh harus ditempatkan di tempat semestinya," ujar Khamenei dalam pidatonya baru-baru ini.
Baca Juga:
Trump Sebut AS Bakal Dapat Triliunan Dolar Dari Penjualan Minyak Venezuela
Meskipun sistem kepemimpinan Iran didukung oleh institusi agama dan militer yang kompleks, laporan mengenai adanya rencana darurat bagi petinggi negara untuk mengungsi ke Moskow mulai bermunculan.
Kecemasan Iran semakin meningkat setelah aksi dramatis AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang memicu ketakutan di Teheran bahwa Washington tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan kepemimpinan di negara berdaulat.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.