Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu tuntutan utama pemerintahan Trump dalam upaya mencapai kesepakatan damai dengan Teheran.
Trump bahkan menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut kini berada di bawah kendali Amerika Serikat, bukan Iran.
Baca Juga:
Diskon Tambah Daya Listrik Hingga 50 Persen Resmi Dibuka, Berlaku Sampai 23 Juni
“Upaya yang sangat sukses ini terjadi karena AMERIKA SERIKAT MENGONTROL Selat Hormuz – BUKAN Iran. Militer mereka telah dikalahkan, dan perekonomian mereka hancur. Ini sudah berakhir untuk Iran,” tegasnya.
Sementara itu, militer Amerika Serikat melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah pernyataan Iran yang mengklaim Selat Hormuz telah ditutup sepenuhnya untuk seluruh aktivitas pelayaran.
Dalam unggahan melalui platform X, CENTCOM menyatakan kapal-kapal komersial masih terus melintasi jalur tersebut meskipun ketegangan kawasan meningkat.
Baca Juga:
Sindikat Curanmor di Jakarta Pusat Dibongkar, Tiga Pelaku Ditangkap dan Satu Buron
“KEBENARAN: Kapal-kapal komersial terus melintas masuk dan keluar Selat Hormuz malam ini,” tegas CENTCOM.
Pernyataan tersebut muncul setelah markas besar militer Iran, Khatam al-Anbiya, mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz bagi seluruh kapal tanker maupun kapal komersial dengan alasan kondisi keamanan yang tidak kondusif.
Menurut Khatam al-Anbiya, kebijakan itu diambil sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi Amerika Serikat yang terus berlanjut serta serangan terbaru Washington terhadap wilayah selatan Iran.