Washington menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Teheran.
Setahun kemudian, Iran mulai melanggar batas yang diberlakukan pada program nuklirnya.
Baca Juga:
Obama Bangga dengan Kesepakatan Nuklir Iran 2015: Tak Perlu Tembakkan Rudal dan Bunuh Banyak Orang
Salah satu masalah yang belum terselesaikan dalam pembaruan kesepakatan 2015 ini adalah keputusan Amerika Serikat untuk menghapus Korps Pengawal Revolusi elit Iran (IRGC) dari daftar Organisasi Teroris Asing (FTO).
Iran telah meminta agar kesepakatan itu dapat dihidupkan kembali dengan syarat tersebut.
IRGC dibentuk oleh mendiang pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Baca Juga:
Saling Tembak di Selat Hormuz, Militer AS Serang Iran Lagi
Kelompok ini lebih dari sekadar kekuatan militer dan memiliki pengaruh politik yang sangat besar.
IRGC terkena sanksi pada 2017 dan dimasukkan dalam daftar FTO pada April 2019.
Setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, IRGC dikenai sanksi sebagai teroris global yang ditunjuk khusus (SDGT) dalam daftar Amerika Serikat yang terpisah. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.