Powell juga dikenal sebagai sosok yang moderat di partai Republik sekaligus pragmatis.
Ia pernah mempertimbangkan tawaran untuk menjadi presiden kulit hitam pertama di AS pada 1996.
Baca Juga:
Sosok Setia di Balik Jenderal Hoegeng, Meri Hoegeng Berpulang
Namun, istri Powell, Alma, khawatir akan keselamatan sang suami itu.
Sehingga ia mengambil keputusan yang sebaliknya.
Pada 2008 lalu, ia memutus hubungan dengan partainya untuk mendukung mantan Presiden Barack Obama yang tergabung dalam Partai Demokrat.
Baca Juga:
Ayah Venna Melinda Meninggal Dunia, Unggahan Video Call Terakhir Bikin Haru
Powel terus dikenang atas pidato kerasnya yang kontroversial pada 5 Februari 2003 lalu di Dewan Keamanan PBB.
Saat itu ia menyebut bahwa Presiden Irak, Saddam Hussein, seseorang yang berbahaya bagi dunia lantaran negaranya memiliki persenjataan kimia dan biologi.
Di kemudian hari, Powell mengakui bawah pernyataannya itu penuh ketidakakuratan dan membuat intelijen AS memutar otaknya untuk menutupi tindakan tersebut.