WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel memasuki babak baru setelah Presiden Donald Trump menolak usulan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mendorong rakyat Iran turun ke jalan melawan pemerintahnya.
Penolakan tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik regional yang melibatkan Iran, serta perbedaan pendekatan antara Washington dan Tel Aviv dalam menghadapi Teheran.
Baca Juga:
Ketua Ikasa "93" Resmikan Masjid Aisyah di Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai Sumatera Utara
Usulan Netanyahu bertujuan memberikan tekanan psikologis terhadap rezim Iran dengan memanfaatkan potensi ketidakpuasan domestik.
Namun Trump menilai langkah itu berisiko tinggi dan dapat memicu kekerasan terhadap warga sipil Iran.
“Kenapa kita harus menyuruh orang turun ke jalan kalau mereka hanya akan ditembaki?” kata Trump.
Baca Juga:
BMKG Peringatkan Dampak Siklon Narelle, Cuaca Ekstrem Masih Mengancam
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa seruan aksi justru berpotensi memicu pembantaian massal dan memperburuk situasi kemanusiaan.
Penolakan ini sekaligus menegaskan bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran tidak sepenuhnya sejalan dengan strategi Israel.
Hubungan erat kedua negara kini diuji oleh perbedaan pendekatan dalam penggunaan tekanan militer maupun langkah diplomatik.