WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan perang di Timur Tengah terus meningkat dan kini menyeret raksasa teknologi Amerika Serikat setelah Iran memperingatkan bahwa perusahaan seperti Google, Microsoft, Nvidia hingga Oracle dapat menjadi target serangan berikutnya.
Peringatan keras itu disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elit Iran, yang menegaskan bahwa mereka dapat menyerang pusat ekonomi dan perbankan di kawasan Timur Tengah yang memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga:
Kontroversi Trump: Iran Disebut Habis Tenaga tapi Masih Dipersilakan ke Piala Dunia
Ancaman tersebut muncul di tengah eskalasi konflik yang semakin luas setelah sebuah gedung yang berafiliasi dengan Bank Sepah dilaporkan terkena serangan di Teheran.
Konflik yang telah memasuki hari ke-12 itu menurut laporan Al Jazeera disebut telah menimbulkan kerusakan besar setelah serangan Amerika Serikat dan Israel membombardir hampir 10.000 lokasi sipil dan menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil di Iran.
“Musuh telah membuka jalan bagi kami untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank yang dimiliki Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan.”
Baca Juga:
Konflik Melebar, Washington Kirim Marinir dari Jepang ke Timur Tengah
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara markas Khatam al-Anibya Headquarters yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa dimiliki oleh IRGC.
Komando operasional pusat militer Iran juga mengeluarkan peringatan keamanan kepada masyarakat agar tidak berada dalam radius satu kilometer dari kantor bank di kawasan tersebut.
Tasnim News Agency yang diketahui memiliki hubungan dengan IRGC kemudian merilis daftar sejumlah perusahaan teknologi besar Amerika Serikat yang disebut sebagai target baru Iran.