Beberapa perusahaan yang disebutkan antara lain Google, Microsoft, Palantir Technologies, IBM, Nvidia, dan Oracle yang diketahui memiliki kantor di berbagai kota di Israel serta sejumlah negara Teluk.
Laporan Al Jazeera juga menyebut perusahaan-perusahaan tersebut memiliki hubungan dengan Israel dan memproduksi teknologi yang digunakan oleh militer.
Baca Juga:
Kontroversi Trump: Iran Disebut Habis Tenaga tapi Masih Dipersilakan ke Piala Dunia
Pesan yang beredar dalam laporan NDTV bahkan menyebut bahwa konflik regional yang sedang berlangsung kini berkembang menjadi perang terhadap infrastruktur ekonomi.
“Meluasnya perang regional ini menjadi perang terhadap infrastruktur, sehingga cakupan target Iran akan meluas.”
Ancaman tersebut juga muncul setelah Iran menuduh serangan Amerika Serikat dan Israel menghantam gedung yang terkait dengan Bank Sepah di Teheran.
Baca Juga:
Konflik Melebar, Washington Kirim Marinir dari Jepang ke Timur Tengah
Israel sebelumnya juga dilaporkan menyerang lembaga keuangan yang berafiliasi dengan Hezbollah di Beirut pada Minggu (9/3/2025).
“Dengan tindakan yang tidak sah dan tidak biasa ini, musuh memaksa kami untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank yang terkait dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan.”
Situasi keamanan yang semakin memburuk juga membuat sejumlah lembaga keuangan global mulai mengambil langkah darurat untuk melindungi karyawan mereka.