Harapan mereka kini bukan lagi menemukan korban dalam keadaan hidup, melainkan membawa pulang jenazah orang-orang tercinta untuk dimakamkan secara layak.
Kondisi psikologis masyarakat juga masih sangat rentan akibat rentetan bencana yang terus membayangi.
Baca Juga:
KPK Sebut SK Bupati Sukoharjo Jadi Alat Pemerasan, Setoran Capai Rp2,93 Miliar
Pada Jumat (10/7/2026), gempa susulan bermagnitudo 3,0 yang mengguncang pusat Kota Caracas sempat memicu kepanikan warga dan menyebabkan sejumlah gedung dievakuasi.
Skala kerusakan yang harus dipulihkan disebut sangat besar karena Venezuela masih bergulat dengan krisis ekonomi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Layanan publik di berbagai sektor dilaporkan mengalami penurunan kapasitas sehingga memperlambat proses pemulihan pascabencana.
Baca Juga:
Babak Baru Kasus Febrie Adriansyah, Kejagung Resmi Ambil Alih 3 Perkara dari Polri
Berdasarkan estimasi Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengurangan Risiko Bencana, kerusakan fisik pada sektor perumahan dan infrastruktur diperkirakan mencapai sekitar 37 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp668,78 triliun.
Untuk mempercepat penanganan darurat, PBB pada Rabu (8/7/2026) meluncurkan seruan internasional guna menggalang bantuan hampir 300 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp5,42 triliun.
Dana tersebut ditujukan untuk membantu sekitar 1,3 juta warga Venezuela yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.