Namun, jumlah pasti korban jiwa masih menunggu konfirmasi lebih lanjut karena proses pencarian dan identifikasi masih berlangsung di lapangan.
Diketahui, Antonov An-22 awalnya direncanakan pensiun setelah lebih dari enam dekade beroperasi sejak 1965.
Baca Juga:
Rusia Peringatkan NATO, Pengerahan Pasukan ke Greenland Picu Ketegangan Arktik
Namun, pada 2024 pesawat tersebut kembali diaktifkan untuk mendukung kebutuhan operasional militer Rusia.
Saat ini, Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan resmi untuk menelusuri kemungkinan pelanggaran prosedur pra-penerbangan atau faktor teknis lainnya.
Hingga kini, tidak ada indikasi bahwa insiden tersebut berkaitan dengan situasi konflik antara Rusia dan Ukraina.
Baca Juga:
Militer Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 AS
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.