Serangkaian cerita penyelidikan Reuters itu mengungkap "kampanye pembunuhan brutal di balik perang Presiden Filipina Rodrigo Duterte terhadap narkoba", menurut kutipan Pulitzer.
Tim Reuters melaporkan peran petugas polisi Davao dalam penggerebekan narkoba mematikan di Manila, serta penggunaan rumah sakit untuk menyembunyikan pembunuhan narkoba.
Baca Juga:
Duterte Ditangkap, Eks Presiden Filipina Diperkarakan ICC atas Perang Narkoba
Perang narkoba oleh Duterte, yang menewaskan ribuan tersangka tersangka kelas teri, kini menjadi subjek penyelidikan oleh Pengadilan Kriminal Internasional.
Bukan Jurnalis Pertama yang Tewas
Baca Juga:
Marcos Jr Tolak Penyelidikan Perang Berdarah Lawan Narkoba
Dilansir AP News, sebuah badan perlindungan media yang dibentuk oleh Presiden Rodrigo Duterte mengutuk keras pembunuhan itu dan berjanji akan menangkap para pembunuh.
Tetapi Duterte sendiri telah lama berada di garis bidik pengawas media dan kelompok hak asasi manusia.
Kelompok-kelpompok itu telah berulang kali mengutuk Duterte karena melepaskan pasukan polisi yang melakukan tindakan kerasnya terhadap pelaku pemakai obat-obatan terlarang dan menyebabkan ribuan tersangka tewas.