“Mobil putih saya hampir menjadi hitam. Padahal, saya baru saja mencucinya kemarin,” ujar Parviz (49), seorang profesor universitas yang tinggal sekitar 112 kilometer di utara Teheran saat menceritakan pengalamannya.
Seorang jurnalis lokal juga menggambarkan situasi kota yang berubah drastis hanya dalam semalam akibat kebakaran depot bahan bakar tersebut.
Baca Juga:
Iran Resmi Menunjuk Mojtaba Khamenei Sebagai Pemimpin Tertinggi Setelah Ayahnya Dibunuh
“Semalam adalah malam yang mengerikan bagi Iran. Ini bukan awan, tetapi asap dari depot bahan bakar yang terkena serangan semalam. Saat ini, ada asap di udara dan orang-orang kesulitan bernapas karena hidrokarbon dan asap yang bercampur dengan awan,” kata Mohammad Khatibi, jurnalis yang melaporkan situasi di Teheran.
Ia menjelaskan bahwa hujan yang turun pada Minggu pagi membawa partikel hidrokarbon dari asap kebakaran sehingga merusak kendaraan dan berbagai permukaan di kota.
“Saat hujan turun tadi pagi, hal itu menyebabkan jatuhnya hidrokarbon dan mobil-mobil rusak karena partikel hidrokarbon,” lanjutnya.
Baca Juga:
Beda Nada dengan Trump, Pentagon Sebut Serangan ke Khamenei Dilakukan Israel
Di media sosial, sejumlah warga menggambarkan suasana kota yang mencekam dan menyebutnya sebagai situasi yang “apokaliptik” karena langit menjadi gelap meskipun masih siang hari.
Laporan media internasional juga menyebutkan asap hitam menutup Matahari hingga membuat sebagian warga harus menyalakan lampu untuk dapat melihat dengan jelas di tengah kegelapan.
Ahli kesehatan memperingatkan bahwa paparan asap dan partikel kimia dari kebakaran bahan bakar berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius bagi warga.