Tak hanya itu, WHO juga berupaya memperkuat kapasitas penanganan korban dalam jumlah besar, termasuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman darurat kimia, biologis, radiologis, dan nuklir.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat sistem kesiapan nasional di tengah eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Baca Juga:
Pembinaan Kemampuan Prajurit, Kajasdam XX/TIB pantau Kenaikan Sabuk Bela Diri PSM di Wilayah Korem 042/Gapu
Berdasarkan data WHO hingga 31 Maret, konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah telah menyebabkan lebih dari 4 juta orang terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.
Selain itu, tercatat lebih dari 3.300 orang meninggal dunia dan sekitar 30.000 lainnya mengalami luka-luka akibat kekerasan yang terjadi.
WHO menilai kebutuhan terhadap layanan kesehatan di kawasan tersebut meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.
Baca Juga:
Paradoks Program "Gentengisasi"
Oleh karena itu, organisasi tersebut menegaskan bahwa dukungan global sangat dibutuhkan untuk mencegah sistem kesehatan di negara-negara terdampak mengalami keruntuhan yang lebih parah.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.