WAHANANEWS.CO, Jakarta - Lompatan yang seharusnya menjadi pengalaman ekstrem berubah menjadi tragedi fatal bagi Maria Eduarda Rodrigues de Freitas, gadis 21 tahun asal Brasil yang jatuh dari ketinggian sekitar 40 meter saat bungee jumping tanpa tali pengaman.
Peristiwa maut itu terjadi di Ponte do Esqueleto atau Jembatan Kerangka, Limeira, tenggara Sao Paulo, Brasil, pada Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga:
Lula Terkejut, 132 Orang Tewas dalam Operasi Polisi Terburuk Sepanjang Sejarah Brasil
Maria diduga terjatuh dari platform setelah petugas lupa memasang tali pengaman ke tubuhnya sebelum ia dilepas dari atas jembatan.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa peralatan keselamatan tidak terpasang dengan benar pada tubuh korban.
Akibat kelalaian tersebut, Maria jatuh bebas dari platform dan mengalami luka-luka parah.
Baca Juga:
Lebih dari 40 Jenazah Diletakkan di Jalan Rio, Usai Operasi Polisi Paling Berdarah dalam Sejarah Brasil
Sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian sempat berusaha memberikan pertolongan pertama kepada Maria setelah insiden terjadi.
Namun, nyawa Maria tidak tertolong setelah paramedis dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Gadis tersebut dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Detik-detik sebelum insiden fatal itu sempat terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, Maria tampak berada di atas platform jembatan dan diangkat oleh tiga pria sebelum tubuhnya dilepaskan.
Sesaat setelah Maria dilepas dari platform, suasana di lokasi berubah panik karena orang-orang menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
“Hei, talinya!” teriak orang-orang di sekitar lokasi dalam laporan yang beredar.
Kepanikan itu muncul setelah Maria jatuh tanpa pengaman yang seharusnya terpasang pada tubuhnya.
Beberapa jam sebelum peristiwa nahas tersebut, Maria sempat mengunggah pesan bernada bercanda di Instagram Stories miliknya.
“Memangnya ada orang gila yang membiarkan saya lompat dari jembatan?” tulis Maria dalam unggahannya.
Unggahan itu kemudian menjadi sorotan setelah Maria benar-benar meninggal dunia dalam aktivitas ekstrem tersebut.
Tidak lama setelah kabar kematiannya mencuat, profil akun Instagram milik Maria disebut telah dihapus.
Aparat kepolisian Brasil langsung bergerak menyelidiki insiden tersebut dan mengamankan sejumlah pihak yang diduga bertanggung jawab atas kelalaian keselamatan.
Meski demikian, laporan media setempat menyebutkan jumlah pihak yang diamankan masih berbeda.
Kepada surat kabar berbahasa Portugis O Globo, polisi menyatakan enam orang telah ditangkap terkait insiden maut tersebut.
Sementara itu, CNN Brasil melaporkan bahwa sejauh ini baru tiga orang yang ditahan oleh pihak berwenang.
Perbedaan laporan tersebut membuat penyelidikan atas tragedi bungee jumping itu masih menjadi perhatian publik.
Kasus ini juga memicu sorotan tajam terhadap standar keselamatan aktivitas wisata ekstrem, terutama prosedur pemasangan alat pengaman sebelum peserta dilepas dari ketinggian.
Tragedi yang menimpa Maria menjadi pengingat bahwa aktivitas pemacu adrenalin membutuhkan pengawasan ketat, prosedur berlapis, dan petugas yang benar-benar memastikan seluruh perlengkapan keselamatan terpasang sempurna.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]