"Dengar, saya di sini untuk melakukan pekerjaan. Itu bagian dari pekerjaan. Ini berbahaya, saya tidak bisa membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya. Tapi saya mencintai negara ini, dan saya sangat bangga. Saya sangat bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan," ucap Trump.
Trump menduga pelaku bertindak seorang diri atau lone wolf, meski aparat masih terus mendalami kasus tersebut.
Baca Juga:
Polsek Longkip himbau peserta didik gunakan media sosial dan hindari hoax
"Mereka tampaknya berpikir dia adalah serigala tunggal. Dan saya juga merasakan hal itu," ucapnya.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche menyebut tersangka diduga menargetkan anggota administrasi Trump, meski belum dijelaskan siapa target spesifik yang dimaksud.
"Tampaknya tersangka menargetkan anggota administrasi. Kami belum memiliki detail spesifik tentang anggota administrasi tertentu, kecuali bahwa kami memahami bahwa itu adalah tujuan dan targetnya," kata Blanche, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga:
Penembakan di Washington Hilton, Trump Dievakuasi Usai Tembakan Terdengar
Trump juga menyebut pelaku menulis manifesto berisi kebencian terhadap umat Kristen dan memiliki masalah serius.
"Orang itu orang sakit. Ketika Anda membaca manifestonya, dia membenci orang Kristen," kata Trump.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.