Baik Rusia dan Iran memiliki kehadiran militer di beberapa wilayah di Suriah yang disebut-sebut sebagai kemungkinan menjadi target serangan baru Turki.
Keinginan Turki untuk meluncurkan serangan militer terbaru ke Suriah didorong oleh tuduhan Erdogan terkait aktivitas kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dianggap sebagai teroris.
Baca Juga:
Bantai Wanita dan Anak-anak, Erdogan sebut Kebiadaban Israel Mirip Nazi
Kelompok ini juga diduga telah menggunakan wilayah perbatasan Suriah-Turki sebagai markas mereka untuk merencanakan pemberontakan melawan Turki selama beberapa dekade ini.
Erdogan juga menggarisbawahi bahwa pada 2019 lalu, Turki telah mencapai kesepakatan dengan Moskow dan Washington untuk membantu Ankara mendorong kelompok PKK sejauh 30 kilometer dari perbatasan Suriah-Turki.
Namun kesepakatan ini belum juga dipenuhi baik dari sisi Rusia atau Amerika Serikat.
Baca Juga:
Turki Bekuk 34 Mata-mata Israel yang Incar Warga Palestina
“Ini masih belum terjadi,” kata Erdogan.
“Ini sudah lama tertunda,” sesal dia.
Sebelumnya, Khamenei sempat berbicara kepada Erdogan bahwa serangan baru Turki dapat merugikan kawasan itu sendiri.