Sikap tersebut justru memicu ketegangan dengan pemerintah Amerika Serikat yang menganggap pembatasan itu dapat menghambat operasi militer.
Pentagon menilai teknologi AI buatan Anthropic seharusnya dapat digunakan secara luas selama masih berada dalam koridor hukum.
Baca Juga:
Perang Iran Bisa Panjang, Sejarah Romawi-Persia 600 Tahun Jadi Peringatan Dunia
Perselisihan tersebut bahkan memicu kemarahan Presiden Donald Trump yang secara terbuka menyerang perusahaan tersebut.
Trump menyebut Anthropic sebagai perusahaan sayap kiri yang terjebak dalam budaya politik “woke” dan dianggap membahayakan keselamatan warga Amerika.
Presiden Amerika Serikat itu juga menegaskan bahwa militer tidak boleh didikte oleh perusahaan teknologi mengenai cara berperang.
Baca Juga:
Iran Siap Perang Panjang! Ancaman Teheran Disebut Bisa Hancurkan Ekonomi Dunia
Trump menyatakan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan perusahaan mana pun menentukan strategi tempur militer Amerika Serikat dalam menghadapi konflik global.
Padahal sebelumnya Anthropic diketahui memperoleh kontrak besar dari pemerintah Amerika Serikat senilai sekitar 200 miliar dolar AS pada tahun 2025 untuk penyediaan teknologi kecerdasan buatan.
Anthropic menegaskan bahwa mereka hanya bersedia jika teknologinya digunakan untuk sistem pertahanan militer, bukan untuk pengembangan senjata otonom yang dapat beroperasi tanpa kendali manusia.