Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, militer China telah mengalami modernisasi besar-besaran dengan target kesiapan penuh untuk invasi darat dan udara ke Taiwan pada 2027.
Beijing memperkirakan Amerika Serikat akan turun tangan jika konflik tersebut pecah.
Baca Juga:
Wali Kota di Los Angeles Mengaku Jadi Agen China, Terancam 10 Tahun Penjara
Kendati begitu, Yun Sun, Direktur Program China di Stimson Center, mengingatkan bahwa medan perang Taiwan akan jauh lebih kompleks dibanding konflik India-Pakistan.
Perang di Selat Taiwan kemungkinan besar akan melibatkan kekuatan laut, marinir, dan operasi darat dalam skala besar.
“Selain itu, India tidak menggunakan sistem persenjataan buatan AS dalam konflik kali ini,” kata Sun.
Baca Juga:
321 WNA Ditangkap Polisi dari Markas Judi Online Internasional Hayam Wuruk
“Namun kemenangan tak terduga dari J-10C dan rudal PL-15 China akan membuat banyak pihak mempertimbangkan ulang peta kekuatan militer jika ketegangan Taiwan memanas.”
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.